Syariah kini jadi perbincangan banyak kalangan. Bahkan sebagiannya telah menjadi alternatif yang nyata dirasakan oleh kita. Disamping memberikan manfaat universal di berbagai aspek kehidupan, syariah diyakini akan menyelematkan manusia dari kehidupan yang semakin materialistis. Blog yang anda baca saat ini, mudah-mudahan bisa menjadi media komunikasi dan informasi tentang syariah yang menjadikan hidup jadi lebih baik.
Jujur Dalam Setiap Aktivitas Ekonomi
TQS. Al Baqarah: 282
“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulsikannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (mengejakan apa yang hendak ditulis itu), dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang laki-laki diantaramu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridloi, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, bai kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (tulislah mu’amalahmu itu. Kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi mu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. An bertaqwalah kepada Allah. Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Senja Kala Blogging di Indonesia?
Oleh : Tuhu Nugraha Dewanto - Online PR Consultant Virtual Consulting
Karena sekarang saya punya Twitter, maka sehabis nonton film, nggak usah menunggu lama, bisa langsung menuliskan komentar dalam satu kalimat pendek. Misalnya, sehabis nonton film ini, saya langsung pasang status, “Queen Bee is not bad, but flat, really flat.”
Cuplikan pembuka sebuah tulisan di Blog Rumputeki ini saya pikir menjadi sebuah gambaran yang pas untuk mengamati bahwa terjadi perubahan dalam perilaku konsumen di media online, bahwa memang ada penurunan aktivitas blogging di Indonesia. Sebenarnya apa yang terjadi di Indonesia, sudah dialami oleh Amerika Serikat tahun lalu, seperti yang dilaporkan oleh Business Week. Saya pernah menulisnya disini.
Saat itu saya sangat optimis bahwa blog akan bertahan lama, itu sekitar satu tahun lalu, namun ternyata perubahan begitu cepat. Saat tulisan itu saya buat, Friendster masih sangat berjaya, namun mendekati akhir 2008 Facebook merajai jagad online Indonesia, dan pengaruhnya jauh lebih besar dibandingkan Friendster.
Betapa Berharganya Waktu
Tak salah jika Allah swt mengingatkan kita tentang waktu dalam Qs. an-Nash. Seringkali kita lupa bahwa sesungguhnya waktu terus berjalan tanpa kompromi dengan kita. Dan seringkali pula kita lupa bahwa sesungguhnya hidup kita dibatasi oleh waktu. Allah Yang Maha Tahu pun menggambarkan orang-orang yang ingin kembali ke dunia saat dilihatnya (laporan amal), ia telah menyia-nyiakan waktu hingga sangat sedikit menoreh kebajikan. Mereka pun berkata, “Andai aku dapat kembali ke dunia maka aku akan…” Terlambat !
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431
Syarat-syarat Jual Beli : QS. An Nisa: 29
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu (’antaroodhin). Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“.
Al-Khawarizmi penemu titik (dalam angka arab) atau angka nol seperti yang kita kenal. Influence-nya begitu besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Angka nol membuka kebekuan laju berbagai ilmu pengetahuan yang akhirnya membawa ilmuwan di dunia menemukan "bahasa" digital yang dimanfaatkan dan dapat dirasakan hingga saat ini. Itulah peran sebuat titik, membuat dunia jadi Berubah! Berubah! dan terus berubah, tulisan dan catatan ini dapat diibaratkan sebuat titik, titik yang tiada artinya yang menyusun luasnya samudra ilmu yang terbentang di dunia ini.


