Syariah kini jadi perbincangan banyak kalangan. Bahkan sebagiannya telah menjadi alternatif yang nyata dirasakan oleh kita. Disamping memberikan manfaat universal di berbagai aspek kehidupan, syariah diyakini akan menyelematkan manusia dari kehidupan yang semakin materialistis. Blog yang anda baca saat ini, mudah-mudahan bisa menjadi media komunikasi dan informasi tentang syariah yang menjadikan hidup jadi lebih baik.
Jujur Dalam Setiap Aktivitas Ekonomi
TQS. Al Baqarah: 282
“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menulsikannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (mengejakan apa yang hendak ditulis itu), dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang laki-laki diantaramu. Jika tidak ada dua orang laki-laki, maka boleh seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridloi, supaya jika seorang lupa, maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil. Dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, bai kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (tulislah mu’amalahmu itu. Kecuali jika mu’amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi mu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli, dan janganlah penulis dan saksi saling menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. An bertaqwalah kepada Allah. Allah mengajarmu dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”.
Betapa Berharganya Waktu
Tak salah jika Allah swt mengingatkan kita tentang waktu dalam Qs. an-Nash. Seringkali kita lupa bahwa sesungguhnya waktu terus berjalan tanpa kompromi dengan kita. Dan seringkali pula kita lupa bahwa sesungguhnya hidup kita dibatasi oleh waktu. Allah Yang Maha Tahu pun menggambarkan orang-orang yang ingin kembali ke dunia saat dilihatnya (laporan amal), ia telah menyia-nyiakan waktu hingga sangat sedikit menoreh kebajikan. Mereka pun berkata, “Andai aku dapat kembali ke dunia maka aku akan…” Terlambat !
Syarat-syarat Jual Beli : QS. An Nisa: 29
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu (’antaroodhin). Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“.
Larangan Mencari Harta dengan Melupakan Sholat, Zakat dan Amal Sholeh
TQS. At Takatsur: 1-8
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatannu itu). Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat, neraka jahanam. Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin’. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu)”.
TQS. Al Munafiqun: 9
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian itu maka mereka itulah orang-orang yang rugi”.
TQS. An-Nur: 37
“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayar zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatannya menjadi goncang”.
Larangan Riba
TQS. Ar Rum : 39
“DAn sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridloan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”.
TQS. An Nisa’ : 160-161
“Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah”.
“Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang bathil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih”.
TQS. Ali Imran : 130
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan”.
Al-Khawarizmi penemu titik (dalam angka arab) atau angka nol seperti yang kita kenal. Influence-nya begitu besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia. Angka nol membuka kebekuan laju berbagai ilmu pengetahuan yang akhirnya membawa ilmuwan di dunia menemukan "bahasa" digital yang dimanfaatkan dan dapat dirasakan hingga saat ini. Itulah peran sebuat titik, membuat dunia jadi Berubah! Berubah! dan terus berubah, tulisan dan catatan ini dapat diibaratkan sebuat titik, titik yang tiada artinya yang menyusun luasnya samudra ilmu yang terbentang di dunia ini.

